6 Cara CMMS Dapat Memanfaatkan Manajer Fasilitas

6 Cara CMMS Dapat Memanfaatkan Manajer Fasilitas

CMMS adalah singkatan dari Computerized Maintenance Management System. Perangkat lunak manajemen aset yang kuat ini dapat membantu manajer fasilitas menjalankan strategi manajemen aset mereka dengan cara yang efektif. Dengan berlalunya waktu, CMMS dapat membantu mengurangi biaya pemeliharaan, kepemilikan aset, waktu henti, dan meningkatkan produktivitas serta meningkatkan umur aset. Diberikan di bawah ini adalah beberapa cara sistem ini dapat bermanfaat bagi manajer fasilitas.

1. Visibilitas Lebih Besar

CMMS memungkinkan kontrol dan transparansi yang lebih baik. Manajer dapat menggunakan sistem untuk mengidentifikasi tugas anggota tim, tugas tertunda, dan tanggal jatuh tempo tugas. Ini membantu mereka memastikan bahwa tidak ada yang terlewat.

Produktivitas tenaga kerja yang lebih tinggi adalah salah satu manfaat utama dari sistem ini. Sebagian, ini karena sistem dapat membantu profesional merencanakan dan melacak tugas.
2. Pemeliharaan Terjadwal Otomatis

Pemeliharaan terencana dapat membantu mengurangi waktu henti. Alih-alih bergantung pada memori saja, sistem memberi tahu manajer fasilitas segera setelah sistem memerlukan pemeliharaan.

2. Portal Permintaan Tamu

Fitur hebat lainnya dari A CMMS adalah ia memiliki portal permintaan kerja yang memungkinkan pengguna yang tidak terdaftar untuk mencatat permintaan kerja jika ada sesuatu yang memerlukan pemeliharaan. Manajer fasilitas dapat meninjau permintaan ini dan memprioritaskan pekerjaan yang sesuai.
Fitur ini sangat berguna untuk organisasi yang memiliki banyak pegawai, seperti pabrik, gedung perkantoran, dan sekolah. Segera setelah permintaan pekerjaan dijalankan dan ditutup, sistem mengirimkan pemberitahuan kepada tamu bahwa permintaan telah selesai.

3. Sejarah Aset yang Dapat Diakses

Karena memori manusia tidak begitu andal, CMMS memberikan detail tugas yang diselesaikan di masa lalu. Ada catatan unik dari setiap aset yang menawarkan detail suku cadang yang digunakan, waktu henti, keandalan, dan jumlah jam kerja.
Informasi ini disimpan dalam database CMMS dan membantu karyawan baru memecahkan masalah kerusakan tersebut. Karenanya, ini dapat membantu karyawan menghemat banyak waktu.

4. Analisis dan pelaporan Cepat

Sangat mudah untuk mengambil data dari CMMS untuk berbagai jenis analisis. Misalnya, data dapat digunakan untuk mengidentifikasi penyebab downtime dan masalah lain dengan peralatan. Oleh karena itu, solusi seperti suku cadang, perawatan pencegahan, dan inspeksi rutin dapat diatur untuk mengurangi waktu henti di jalan.

5. Mudah Melacak Biaya

Karena sistem ini mencatat suku cadang tenaga kerja dan pengeluaran lainnya, manajer fasilitas tidak perlu memeriksa docket dan kuitansi di akhir tahun. Yang harus mereka lakukan adalah memeriksa CMMS untuk mengetahui di mana seluruh anggaran dibelanjakan.

6. Pembelian

Di sebagian besar sistem CMMS, Anda dapat menemukan modul pembelian yang memungkinkan pelacakan persediaan dan suku cadang yang dibeli. Ini membantu memastikan tidak ada pembelian duplikat untuk komponen tambahan. Selain itu, dengan bantuan catatan pembelian, manajer fasilitas dapat memesan ulang bagian yang sama bila diperlukan.

Singkatnya, Computerized Maintenance Management System (CMMS) adalah perangkat lunak manajemen aset yang ideal untuk manajer fasilitas karena membantu mereka mengotomatiskan aktivitas rutin. Oleh karena itu, mereka dapat fokus pada aspek bisnis penting lainnya. Mereka juga dapat mengurangi biaya yang terkait dengan pemeliharaan. Selain itu, ini membantu manajemen fasilitas menjadi lebih efisien melalui pengurangan biaya dan perolehan pendapatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *