Produksi Energi Kami dan Kebutuhan Hariannya

Tubuh kita membutuhkan energi untuk fungsi metabolisme dan fisiologisnya. Ini memperoleh energi dari makanan dan konstituen makronutriennya, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Asupan energi makanan dari makanan harus memenuhi persyaratan untuk pencapaian dan pemeliharaan kesehatan, fungsi fisiologis, dan kesejahteraan yang optimal.

Kebutuhan energi adalah jumlah energi makanan yang dibutuhkan untuk menjaga ukuran tubuh, komposisi tubuh, dan tingkat aktivitas fisik yang diperlukan sesuai dengan kesehatan jangka panjang yang baik. Kebutuhan energi makanan tidak dapat dianggap terpisah dari nutrisi lain dalam makanan, karena kekurangan salah satu akan mempengaruhi yang lain. Oleh karena itu, kebutuhan energi harus dipenuhi melalui pola makan yang memenuhi semua kebutuhan zat gizi.

Mitokondria ditemukan di sitoplasma semua sel eukariotik, yaitu sel dengan inti yang jelas. Fungsi utamanya adalah menghasilkan energi dalam jumlah besar dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). Jumlah mitokondria per sel sangat bervariasi.

ATP, molekul pembawa energi, ditemukan dalam sel semua makhluk hidup. Ketika ATP rusak, energi dilepaskan dan dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan seluler. Karena ATP sangat mudah rusak dan direformasi, ATP seperti baterai yang dapat diisi ulang yang menggerakkan proses seluler.

ATP sering disebut sebagai “unit molekul mata uang” dari transfer energi intraseluler. ATP menangkap energi yang diperoleh dari pemecahan makanan dan melepaskannya untuk bahan bakar proses seluler. Tubuh kita meregenerasi dan mendaur ulang berat badannya sendiri yang setara dengan ATP setiap hari.

Kebutuhan energi harian –

Hanya ada sejumlah kecil ATP di dalam tubuh. Oleh karena itu, diperlukan simpanan energi yang cukup untuk cadangan. Jumlah kebutuhan energi harian bergantung pada konsumsi energi harian individu dan kebutuhan energi metabolik, yang bergantung pada berat badan dan tingkat aktivitas seseorang.

Energi yang kita dapatkan dari makanan untuk memberi bahan bakar pada tubuh kita, diukur dalam kilojoule. Lemak, karbohidrat, dan protein, yang ditemukan dalam makanan, semuanya menyediakan energi.

Konsumsi energi dasar tubuh manusia adalah 4 kJ / kilogram berat badan per jam harian. Jadi konsumsi energi dasar seseorang dapat dihitung sebagai berikut:

Konsumsi Energi Total = Berat badan (Kg) × 4 KJ × 24 jam / hari / 4,18 kJ

Nilai konsumsi energi total dibagi dengan 4,18 kJ untuk mengubah nilai tersebut menjadi kilokalori (1 kkal = 4,18 kJ). Perhitungan ini mewakili konsumsi energi harian.

Kebutuhan energi individu bervariasi dengan usia, jenis kelamin, ukuran tubuh dan tingkat aktivitas. Asupan makanan berlebih yang tidak digunakan sebagai energi dapat disimpan di dalam tubuh sebagai lemak. Penyimpanan lemak yang berlebihan dapat menyebabkan indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi.

BMI menunjukkan lemak tubuh seseorang dan ditentukan oleh tinggi dan berat badan seseorang. Pada orang dewasa, BMI yang disarankan normal berkisar antara 19 dan 24. BMI yang tinggi berpotensi menyebabkan penyakit atau komplikasi kesehatan. Untuk memiliki BMI yang ideal, asupan energi seseorang tidak boleh melebihi energi yang dibakar secara teratur.

Keseimbangan energi –

Keseimbangan energi adalah hubungan antara kalori yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman serta kalori yang digunakan dalam tubuh untuk kebutuhan energi harian kita.

Saat Anda mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda konsumsi, Anda berada dalam keseimbangan energi yang positif. Saat Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang Anda konsumsi, Anda berada dalam keseimbangan energi negatif. Keseimbangan energi Anda memengaruhi metabolisme, keseimbangan hormonal, dan suasana hati Anda.

Keseimbangan energi negatif menyebabkan penurunan berat badan. Tubuh mendeteksi defisit energi dan cadangan lemak dipanggil untuk membuat perbedaan. Keseimbangan energi positif memiliki konsekuensi tersendiri tidak hanya dalam hal penambahan berat badan tetapi juga dalam hal kesehatan dan kebugaran.

Kesimpulannya –

Fungsi metabolisme dan fisiologis tubuh kita membutuhkan energi, yang dihasilkan dari makanan yang kita makan. Mitokondria yang ditemukan di sitoplasma semua sel eukariotik menghasilkan energi dalam jumlah besar dalam bentuk ATP. Tubuh kita menghasilkan berat badannya sendiri yang setara dalam ATP setiap hari. Kebutuhan energi individu bervariasi dengan usia, jenis kelamin, ukuran tubuh dan tingkat aktivitas.

Leave a Comment